Korporasi

Lewat Anak Usaha Krakatau Steel Cetak Laba 440,32 Milyar Saat Pandemi

Evano Radhika | Asia/Jakarta 26 August 2020
Update: 4 September 2020 18:59:12 +07:00

Situasi Pabrik Krakatau Steel Di Cilegon / Krakatau Steel PR

Anak usaha Krakatau Steel membukukan laba 30,04 juta dolar atau setara dengan Rp 440,32 miliar. Laba tersebut melonjak jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni 791,96 ribu dolar.

Selain induk perusahaan yang tetap berkinerja positif. Semua anak perusahaan Krakatau Steel Group menunjukkan kontribusi menggembirakan dengan mencatatkan laba hingga bulan Juli 2020 yaitu sebesar 30,04 juta dolar. Jauh meningkat jika dibandingkan dengan perolehan laba pada periode yang sama di tahun 2019 yaitu hanya sebesar 791.968 dolar.

"Sampai dengan Juli 2020 secara keseluruhan kinerja anak perusahaan mampu melampaui target penjualan 2020 dan mengalami peningkatan dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu," ujar Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim.

Menurut Silmy implementasi penerapan cost efficiency pada anak perusahaan terbukti berpengaruh signifikan untuk mendongkrak kinerja anak perusahaan.

Pendapatan total anak usaha sampai dengan Juli 2020 mencapai 296,96 juta dolar. Penjualan tertinggi sampai dengan Juli 2020 diperoleh PT Krakatau National Resources yang mencapai 59,38 juta dolar dan laba bersih tertinggi diperoleh PT Krakatau Bandar Samudera sebesar 8,15 juta dolar.

Baca : Daftar Perusahaan Yang Mampu Raih Keuntungan Saat Pandemi

Secara umum, current rasio anak usaha berada di kisaran rata-rata 133 persen. Total penjualan anak usaha bergerak di bidang baja sampai dengan Juli 2020 sebesar 127,73 juta dolar. Sementara itu, perolehan penjualan anak usaha yang bergerak di bidang non-baja sampai dengan Juli 2020 mencapai 169,22 juta dolar.

"Beberapa anak usaha menunjukkan prestasi yang baik dengan pencapaian laba maupun pencapaian penjualan walaupun di masa pandemi seperti saat ini. Semua tidak lepas dari usaha yang masif dilakukan secara bersamaan dan didukung penuh oleh induk," jelas Silmy.

Salah satu contoh anak usaha yang sebelumnya merugi dan saat ini memberikan kontribusi kinerja yang membaik diantaranya PT KHI Pipe Industries dan PT Krakatau Wajatama.

PT KHI Pipe Industries tahun lalu di periode sampai dengan Juli 2019 mencatatkan kerugian sebesar 5,95 juta dolar. Saat ini berhasil mencatatkan laba sebesar 5,79 juta dolar. Nilai penjualan sampai dengan Juli 2020 sebesar 46,58 juta dolar

Sebuah peningkatan kinerja juga dicapai oleh PT Krakatau Wajatama. Sampai dengan periode Juli 2020, PT Krakatau Wajatama memperoleh laba sebesar 2,05 juta dolar atau meningkat dibandingkan dengan periode Juli 2019 yang mencatatkan kerugian sebesar 7,93 juta dolar. Hingga Juli 2020 PT Krakatau Wajatama mencapai nilai penjualan sebesar 21,77 juta dolar.

Anak perusahaan lain yaitu PT Krakatau Tirta Industri sampai dengan Juli 2020 meraih laba sebesar 6,63 juta dolar. Nilai penjualan PT Krakatau Tirta Industri meningkat dari 19,70 juta dolar menjadi sebesar 22,26 juta dolar pada 2020.

Baca : Faktor Penting Untuk Meningkatkan Produktivitas Karyawan

Kontributor laba tertinggi tercatat berasal dari PT Krakatau Bandar Samudera yang bergerak di bidang jasa kepelabuhan dan logistik yang menghasilkan pendapatan sebesar 57,31 juta dolar dengan laba 8,15 juta dolar hingga Juli 2020.

"Krakatau Steel Group terus berbenah dan di masa pandemi ini kami manfaatkan untuk melakukan konsolidasi internal sampai ke anak usaha. Setelah pandemi ini usai kami berkeyakinan bahwa kinerja Krakatau Steel Group akan terus membaik," tutup Silmy.

Lagi Ramai Dibicarakan

Lippo Mall Puri Dijual Rp 3,5 Triliun

Lippo Mall Puri dijual oleh PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dengan nilai penjualan Rp 3,5 Triliun melalui anak usahanya, PT Mandiri Cipta Gemilang. Lippo Mall Puri akan dijual ke pihak yang masih terafiliasi dengan MCG yakni kepada PT Puri Bintang Terang (PBT). PBT adalah anak perusahaan yang seluruh sahamnya dimiliki secara tidak langsung oleh LMIRT,

Maybank Indonesia Raih Penghargaan Bank Digital Terbaik Dunia

Bank Maybank di Indonesia dan Malaysia raih dan dinobatkan sebagai pemenang penghargaan The World's Best Consumer Digital Banks atau Perbankan Digital Terbaik untuk Konsumen di tingkat global pada putaran pertama periode 2020 untuk kawasan Asia Pasifik. Di kesempatan yang digelar oleh media publikasi bisnis dan finansial dunia Global Finance itu, Maybank juga memenangkan penghargaan untuk

Cowell Development Pemilik Atrium Senen Diputus Pailit

PT Cowell Development Tbk (COWL) dinyatakan dalam status pailit atau bangkrut oleh Majelis Hakim Pengadilan Niaga Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan emiten perusahaan pengembang properti nasional . Keputusan pailit tersebut tertuang dalam surat Perkara Nomor: 21/Pdt. Sus/Pailit/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst. Cowell dimohonkan dua perkara yakni permohonan penyataan pailit dengan pemohon PT Multi Cakra Kencana Abadi, selaku kreditor. Multi

Indosat Digugat Karena Kirim SMS Promosi dan Iklan

Operator seluler PT Indosat Tbk digugat oleh Anggota Ombudsman Republik Indonesia, Alvin Lie melalui kuasa hukumnya David Tobing. Gugatan dilayangkan karena Alvin Lie tidak merasa nyaman dengan kiriman iklan dan promosi SMS berupa penawaran yang sering diterima. Dalam keterangannya, Alvin menyebut iklan dan promosi SMS blast itu dilakukan secara terus-menerus, tanpa henti dan masif. Bahkan

Daftar Perusahaan Yang Berhasil Raih Keuntungan Ditengah Pandemi Corona dan Resesi Ekonomi

Sejumlah emiten perusahaan go publik berhasil mencetak kinerja positif sepanjang kuartal I/2020. Akan tetapi kondisi ekonomi yang memburuk akibat pemberlakukan PSBB saat pandemi covid-19 akan menjadi rintangan untuk kembali membukukan laba bersih pada kuartal berikutnya. Namun sejumlah perusahaan swasta dan nasional sukses mencetak keuntungan ditengah pandemi virus corona, bahkan di tengah ancaman resesi ekonomi. Pertumbuhan

Growth Marketing
Digital Marketing
Sales Operasional
Pengembangan Bisnis