Pertumbuhan

Transaksi Belanja Online Saat Pandemi Turun 2,6 Triliun

Dewi Adrian | Asia/Jakarta 5 September 2020
Update: 5 September 2020 09:27:25 +07:00

Ikhtisar dan Ringkasan

Bank Indonesia mencatat penurunan nilai transaksi belanja online di e-commerce sebesar Rp 2,6 triliun saat pandemi virus corona dan nilai rata-rata per transaksi belanja turun menjadi Rp 145 ribu. Sedangkan untuk transaksi e-banking atau bank digital turun sebesar Rp 556 milyar

Transaksi belanja online saat Work From Home

Bank Indonesia mencatat penurunan nilai transaksi belanja online di e-commerce sebesar Rp 2,6 triliun saat PSBB karena pandemi virus corona. Nilai belanja sepanjang Q2 2020 menjadi hanya sebesar Rp 55,9 triliun. Angka tersebut turun 4,44 persen dibandingkan dengan Q1 2020 yang mencapai Rp 58,5 triliun.

Dari segi volume, transaksi belanja online yang dilakukan di e-commerce terjadi sebanyak 383,5 juta kali transaksi pada Q2 2020. Jumlah itu naik 39,05 persen dibanding dengan Q1 2020 yang hanya 275,8 juta kali transaksi.

Dari segi nominal per transaksi juga mengalami penurunan yang cukup dalam yaitu berkisar Rp. 67 ribu per transaksi. Pada Q1 2020 nominal per transaksi adalah Rp 212 ribu dan pada Q2 2020 menjadi hanya Rp. 145 ribu.

Terkait : Tren Penggunaan Dompet Digital 2020, ShopeePay Masih Raja

Nominal transaksi belanja online di e-commerce tersebut turun karena daya beli masyarakat turun ditengah pandemi virus corona sejalan dengan penurunan pertumbuhan ekonomi akibat pembatasan ruang gerak masyarakat dalam beraktivitas.

Hal yang menarik lainnya dari belanja online pada kuartal II 2020 ini adalah meningkatnya volume transaksi dan nominal per transaksi yang turun. Ada beberapa hal yang dapat menjadi penyebabnya. Salah satunya adalah daya beli masyarakat yang belum pulih dengan banyaknya PHK dan penutupan ruang ritel.

Peningkatan volume transaksi ini terjadi karena masyarakat yang tadinya tidak belanja di e-commerce terpaksa melakukan pembelajaran untuk belanja secara online. Nominal belanja turun karena mereka yang terbiasa melakukan belanja online dan transaksi digital harus memilih akibat pendapatan yang berkurang. Berbelanja bukan lagi atas apa yang mereka inginkan tetapi apa yang mereka butuhkan agar mampu berhemat ditengah ketidakpastian ukuran dan program penanganan pandemi yang dilakukan.

Hanya saja, jumlah belanjanya tidak banyak. Pasalnya, masyarakat membeli sesuai dengan kebutuhan, bukan berdasarkan kemauan. Ini juga dapat menandakan bahwa terdapat mereka yang sebelumnya tidak pernah melakukan belanja online kini terpaksa melakukan itu. Hal inilah yang kedepannya sangat diharapkan akan menjadi kebiasaan masyarakat untuk beralih ke digital.

Transaksi Digital Banking Naik 5 Persen

Hal yang sama juga terjadi pada transaksi melalui digital banking. Tercatat, nominal transaksi pada Q2 2020 sebesar Rp 6.143 triliun atau turun dari Q1 2020 yang mampu mencapai Rp 6.699 triliun.

Kenaikan pada volume transaksi lewat digital banking meningkat sebesar 5 persen dari 1,07 juta kali menjadi 1,13 juta kali transaksi perbankan. Peningkatan sebsar 5 persen ini sulit untuk dapat dikatakan bahwa masyarakat mulai beradaptasi dengan sistem online terutama bila memasukan aspek banyaknya pembatasan operasional bank saat pandemi.

Lagi Ramai Dibicarakan

Daftar Lokasi Dan Cara Mendapatkan Pinjaman Dari Bank Wakaf Mikro

Sebelum kita melihat daftar lokasi bank wakaf mikro yang tersebar diseluruh Indonesia, ada baiknya kita mengetahui apa itu bank wakaf mikro, mengapa BWM itu lebih baik dari bank konvensional bahkan dari bank syariah itu sendiri. Pada bagian akhir akan dijelaskan bagaimana cara meminjam serta syarat untuk mendapatkan pinjaman dari bank wakaf mikro ini. Imbal hasil

Jangan Tertipu, Ini Daftar 157 Pinjol Resmi Legal Yang Berizin OJK

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan daftar 157 perusahaan pinjaman online atau pinjol legal berbasis fintech lending yang secara resmi terdaftar dan berizin dari regulator per 14 Agustus 2020. Jumlah tersebut berkurang satu dari sebelumnya 158 pinjol terdaftar dan berizin per 5 Agustus 2020. Tidak sabar untuk melihat daftarnya? Scroll langsung kebawah! Terdapat satu penyelenggara fintech

Lippo Mall Puri Dijual Rp 3,5 Triliun

Lippo Mall Puri dijual oleh PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dengan nilai penjualan Rp 3,5 Triliun melalui anak usahanya, PT Mandiri Cipta Gemilang. Lippo Mall Puri akan dijual ke pihak yang masih terafiliasi dengan MCG yakni kepada PT Puri Bintang Terang (PBT). PBT adalah anak perusahaan yang seluruh sahamnya dimiliki secara tidak langsung oleh LMIRT,

3 Cara Menjadikan Bisnis UMKM Sukses Secara Digital

Terdapat 3 (tiga) cara bagi pemiliki bisnis sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UKM dan UMKM) agar sukses serta menjanjikan untuk selalu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Tanah Air di era digital. Ketiga cara tersebut adalah kreativitas, digitalisasi, dan sinergi yang merupakan kunci untuk menciptakan nilai tambah dalam memajukan UMKM sebagai kekuatan baru perekonomian nasional yang

Fashion Show Virtual dan Lelang Online Warnai NUFF

Terobosan kreatif melalui acara fashion show virtual dapat membantu industri fashion, termasuk UMKM karena dampak pandemi virus corona yang terjadi sejak beberapa bulan lalu. Untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional, pemerintah meresmikan gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia. Sejalan dengan gerakan nasional ini kementerian BUMN melalui Bank BRI menggelar program Nusantara Fashion Festival (NUFF) 2020, perhelatan mode

Growth Marketing
Digital Marketing
Sales Operasional
Pengembangan Bisnis