Bisnis Ritel

Pepsi Putuskan Hentikan Operasi Bisnisnya Di Indonesia

Dewi Adrian | Asia/Jakarta 3 October 2019
Update: 23 August 2020 14:44:47 +07:00

Pepsi bakal hengkang dari Indonesia mulai 10 Oktober 2019. Mereka akan menghetikan semua produksi dan distribusi mulai 10 Oktober mendatang.  Hal itu disebabkan oleh putusnya kerja sama antara PT Anugerah Indofood Barokah Makmur (AIBM) dan PepsiCo Inc (PepsiCo). Bahkan beberapa produk Pepsi telah jarang ditemui dipasaran akibat lemahnya sistem distribusi dan marketing dari perusahaan tersebut lama sebelum memutuskan hengkang dari bumi pertiwi tercinta ini.

Pepsi telah biasa dijumpai dan dijual di supermarket serta besar karena kerjasama B2B dengan gerai-gerai makanan cepat saji seperti KFC (Kentucky Fried Chicken) maupun Pizza Hut. Bagi para pecinta Pepsi Cola hal ini tentu saja merupakan kabar buruk disiang bolong.

Nasib Pelanggan Besar Pepsi Co Setelah Hengkang

Akibat hengkangnya Pepsi dari Indonesianya, KFC Indonesia kini harus mengganti menu minuman ringannya ke merek lain, yakni Coca-Cola. Untuk itu, mulai bulan Oktober ini KFC secara bertahap melakukan peralihan ke produk Coca-Cola. Sehingga, produk Pepsi mulai dikurangi.

Direktur PT Fast Food Indonesia Tbk (KFC) Justinus Dalimin mengatakan, sejauh ini pelanggan KFC tak masalah dengan keputusan tersebut. "Kami sudah persiapkan pengalihan ini sebaik-baiknya dan KFC akan bekerja sama dengan Coke (Coca-Cola) selanjutnya. Beralih mulai bertahap sejak Oktober ini dan customers nggak ada masalah," kata Justinus  melalui pesan singkat

Sejalan dengan keputusan tersebut, menu minuman ringan Pepsi di KFC termasuk Pepsi Blue, Mirinda, dan 7UP juga akan digantikan dengan produk Coca-Cola "Nanti KFC akan memakai products Coke dan sekarang sambil mengatur peralihan," jelas Justinus.

Direktur PT Sarimelati Kencana Tbk (Pizza Hut) Jeo Sasanto mengatakan, pihaknya juga akan mengalihkan menu minuman ringannya dari Pepsi ke Coca-Cola. "Secara bertahap pasokan Pepsi akan di gantikan Coca-Cola sampai dengan akhir Oktober," ungkap Jeo. Jeo mengungkapkan, pengiriman terakhir produk Pepsi ke gerai-gerai Pizza Hut di Indonesia akan dilaksanakan sesuai dengan berakhirnya kontrak PepsiCo dengan AIBM, yaitu 10 Oktober 2019.

"Pengiriman terakhir 10 Oktober 2019," kata Jeo.

Namun, ia tak bisa memastikan jumlah pengiriman terakhir produk Pepsi ke gerai-gerai Pizza Hut di Indonesia. Pasalnya, kebutuhan setiap gerai berbeda. "Setiap outlet berbeda schedule dan jumlah yang dipesan ya disesuaikan kebutuhan masing-masing outlet," imbuhnya. Adapun penggantian Pepsi dengan Coca-Cola di gerai-gerai Pizza Hut sudah dilaksanakan pihaknya mulai 4 Oktober 2019. "(Peralihannya) dimulai sejak 4 Oktober 2019. Digantikan Coca-Cola sesuai jadwal pergantiannya yang berbeda setiap outlet karena jumlahnya cukup banyak, " tuturnya.

Jeo menuturkan, kabar berhentinya kerja sama ini sudah dikonfirmasi oleh AIBM dan PepsiCo kepada pihaknya sejak Agustus 2019. Namun, ia memastikan sejauh ini tak ada pelanggan Pizza Hut yang keberatan atas keputusan tersebut. "Ya (sudah dikonfirmasi AIBM dan PepsiCo). Kita dapat kabarnya sekitar Agustus 2019. Sejauh ini belum ada (pelanggan yang keberatan)," tandas Jeo.

Kemenperin Sebut Pepsi Hengkang dari RI Murni karena Bisnis

Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Abdul Rochim menegaskan bahwa hengkangnya Pepsi dari Indonesia bukan karena iklim bisnis di Indonesia sedang tak kondusif. Menurutnya, persoalan tersebut murni keputusan pelaku bisnis. "Pepsi keluar dari Indonesia lebih terkait kerjasama dengan mitra Pepsi berupa pemutusan kontrak bisnis. Jadi dipastikan keluarnya Pepsi Cola bukan karena iklim bisnis di dalam negeri yang tidak kondusif," tegas Abdul. Tapi apakah sebabnya Pepsi melakukan pemutusan kontrak bisnis tersebut ?

Abdul mengungkapkan, pertumbuhan industri nasional saat ini masih positif. Pasalnya, kontribusi Pepsi dalam industri minuman dalam negeri tak sebesar kompetitornya. "Share Pepsi untuk jenis minuman NARTD (Non Alkoholic Ready to Drink) tidak sebesar kompetitornya untuk produk sejenis. Secara makro Nasional tidak terlalu besar dampaknya. Data yang ada saat ini, secara keseluruhan pertumbuhan industri minuman masih positif," kata Abdul.

Ia membeberkan, sektor industri minuman pada semester I-2019 menunjukkan pertumbuhan PDB sebesar 22,74% di mana berkontribusi sebesar 2,01% terhadap PDB industri pengolahan non migas, dengan nilai investasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar US$ 68,72 juta. Sedangkan, untuk investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 1,43 triliun.

Kemudian, realisasi investasi di sektor industri minuman pada semester I-2019 mencapai Rp 1.429,74 miliar untuk PMDN dan US$ 68,72 juta untuk PMA. Ia mengakui, saat ini memang ada penurunan penjualan minuman ringan di pasar tradisional. Namun, ia memastikan penjualan minuman ringan di pasar modern justru meningkat.

"Khusus untuk pertumbuhan NARTD di Indonesia memang menurun tidak terlalu besar (per agustus 2019 sebesar -0.7%) dikarenakan penurunan penjualan di pasar tradisional. Sedangkan, untuk retail dan pasar modern justru mengalami peningkatan," terangnya.

Meski begitu, Abdul mengatakan pihaknya akan berupaya mencari solusi untuk Pepsi agar tetap eksis di Indonesia. "Pemerintah akan tetap memfasilitasi masalah-masalah yang timbul seperti pada Pepsi. Agar dapat dicarikan jalan keluarnya, dan diharapkan merek tersebut dapat kembali ke pasar Indonesia untuk menambahkan variasi produk minuman ringan yang ada," tandasnya.

Sejarah dan fakta dari Pepsi:

  •  Dibuat oleh Ahli Farmasi Minuman Pepsi diracik oleh seorang ahli farmasi bernama Caleb Bradham. Ia berhasil menciptakan Pepsi di tahun 1893 dengan campuran gula, karamel, hingga pala.
  • Nama Pepsi Saat pertama kali diciptakan, minuman Pepsi disebut 'minuman Brad's'. Kemudian, Caleb Bradham mengganti nama menjadi 'Pepsi Cola'
  • Masuk Indonesia Pepsi masuk ke Indonesia melalui perusahaan patungan antara PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk dengan Asahi Group bernama PT Asahi Indofood Beverage Makmur (AIBM) dan PT Indofood Asahi Sukses Beverage (IASB). Perusahaan tersebut memproduksi dan mendistribusikan Pepsi dalam pasar Indonesia.
  • Pamit Pepsi memutuskan untuk pamit dari Indonesia. Perusahaan Pepsi asal AS (PepsiCo) sepakat untuk mengakhiri kontrak per 10 Oktober mendatang.

Lagi Ramai Dibicarakan

Fashion Show Virtual dan Lelang Online Warnai NUFF

Terobosan kreatif melalui acara fashion show virtual dapat membantu industri fashion, termasuk UMKM karena dampak pandemi virus corona yang terjadi sejak beberapa bulan lalu. Untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional, pemerintah meresmikan gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia. Sejalan dengan gerakan nasional ini kementerian BUMN melalui Bank BRI menggelar program Nusantara Fashion Festival (NUFF) 2020, perhelatan mode

Cara Meraih Keuntungan Di Bisnis Properti Saat Pandemi

Era New Normal memberikan tantangan kepada para pelaku bisnis dan investor properti untuk tetap bertahan, kreatif dan jeli mengambil keuntungan untuk berinvestasi. Properti adalah salah satunya karena banyak nasabah yang mengalami gagal bayar atau perusahaan yang memerlukan cash flow tambahan. Untuk membantu para investor dan pelaku usaha menginvestasikan dananya untuk aset yang tepat, Bank BTN

Daftar Perusahaan Yang Berhasil Raih Keuntungan Ditengah Pandemi Corona dan Resesi Ekonomi

Sejumlah emiten perusahaan go publik berhasil mencetak kinerja positif sepanjang kuartal I/2020. Akan tetapi kondisi ekonomi yang memburuk akibat pemberlakukan PSBB saat pandemi covid-19 akan menjadi rintangan untuk kembali membukukan laba bersih pada kuartal berikutnya. Namun sejumlah perusahaan swasta dan nasional sukses mencetak keuntungan ditengah pandemi virus corona, bahkan di tengah ancaman resesi ekonomi. Pertumbuhan

Sektor Usaha Paling Rugi Karena Corona

Hasil data dilapangan menyatakan ada enam sektor usaha paling rugi karena pandemi corona atau virus covid-19. Sektor usaha ini cenderung untuk merumahkan dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pekerja pada masa sulit. Keenam sektor usaha ini haruslah dihindari bila akan terjun kedalam bisnis ini. Terutama bila baru akan berwirausaha dan bermodal minimal. Enam sektor

Borden Dairy Produsen Susu Raksasa dan Tertua Di Amerika Bangkrut

Borden Dairy Co, produsen susu raksasa dan salah satu yang tertua di Amerika Serikat, menyatakan bangkrut. Perusahaan juga mengajukan pailit seiring dengan ketidakmampuannya membayar utang dan pembayaran pensiun karyawan. Dengan demikian semua karyawan yang telah menunjukan loyalitasnya pada perusahaan terpaksa harus pensiun tanpa sepeser uangpun. Perusahaan mengajukan pailit pada 12 November 2019 lalu. Perusahaan mengklaim

Growth Marketing
Digital Marketing
Sales Operasional
Pengembangan Bisnis