Rekrutmen

Mengetahui Minat Bakat Tanpa Tes Kepribadian Secara Akurat

Rita Salim | Asia/Jakarta 6 September 2020
Update: 12 September 2020 13:57:52 +07:00

Ikhtisar dan Ringkasan

Sumber daya manusia adalah komponen penting dalam bisnis. Hampir semua kegiatan dan proses bisnis selalu melibatkan manusia. Menempatkan orang yang tepat pada tempat yang tepat diwaktu yang tepat adalah kunci utama keberhasilan sebuah bisnis.

Merubah performa karyawan melalui penempatan kerja berdasarkan minat bakat

Ada sebuah metode untuk mengetahui minat bakat dan kemampuan kerja karyawan tanpa memerlukan tes kepribadian atau psikotes. Hanya diperlukan observasi dan sedikit wawancara untuk mendapatkan hasil yang akurat dan dapat dipercaya.

Suatu kali, ketika saya memberikan konsultasi pada perusahaan yang mengalami penurunan performa. Saya mengamati dalam kegiatan operasional perusahaan sehari-hari, cukup banyak jumlah karyawan sedang berjuang keras dan mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugasnya. Bukan karena mereka kurang cerdas atau malas apalagi tidak berbakat. Tetapi karena mereka tidak dalam peran tugas yang sesuai dengan kekuatan minat bakat mereka.

Setelah melakukan observasi langsung dan analisa mendalam. Saya mulai meminta orang-orang berganti pekerjaan. Bagi banyak orang, perombakan dan pergantian tugas ini awalnya tidak diinginkan dan benar-benar tidak nyaman serta menimbulkan kecurigaan besar akan adanya agenda lain.

Disini diperlukan budaya perusahaan yang berdasarkan trust atau kepercayaan, dimana perusahaan selalu menepati janjinya. Karena untuk dapat melakukan perubahan dengan cepat dan minimum tantangan, membangun kepercayaan adalah hal mutlak.

Salah satu orang yang dalam pengamatan saya memiliki bakat untuk membuat produk dan membangun sesuatu. Bakat inovator yang terpendam. Tetapi dia tidak punya waktu untuk melakukannya, karena dia memiliki tugas dan misi besar dalam pengembangan sistem perusahaan. Hampir seluruh waktunya habis terlibat dalam pembuatan sistem tersebut.

Padahal para ahli telah lama sepakat untuk mendorong orang untuk bekerja dengan kekuatan mereka. Dan mengapa kita tidak ingin melakukan hal-hal yang terbaik dan terkuat yang kita miliki? Tetapi berdasarkan pengamatan saya, hal ini lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Bukan karena sulit untuk mengidentifikasi kekuatan minta bakat yang kita miliki. Namun karena kita sering meremehkan apa yang secara lahiriah kita lakukan dengan baik.

Baca: Faktor Penting Dalam Meningkatkan Produktivitas Karyawan

Seringkali kekuatan super atau superpower kita adalah hal-hal yang kita lakukan dengan mudah, hampir secara refleks, seperti bernapas. Ketika seorang pemimpin berhasil mengidentifikasi bakat-bakat ini dan meminta kita melakukan sesuatu yang menggunakan superpower kita. Seringkali yang terlintas dibenak adalah “Tapi itu sangat mudah. Ini terlalu mudah."

Mungkin kita akan merasa bos sudah tidak lagi memercayai kita untuk mengambil tugas yang lebih menantang atau sebaliknya tidak menghargai Anda. Ini terjadi karena seringkali kita tidak menghargai minat bakat lahiriah sama seperti kita menghargai keterampilan yang telah pelajari dengan susah payah.

Sebagai seorang pemimpin, tantangannya tidak hanya untuk menemukan minat bakat dan kemapuan kerja tetapi juga untuk meyakinkan orang-orang bahwa kita sangat menghargai bakat mereka dan mereka juga harus menghargai bakat mereka. Inilah cara yang paling baik untuk mulai membangun tim karyawan yang membawa kekuatan super mereka ke tempat kerja.

Cara Mengetahui Minat Bakat Setiap Karyawan Tanpa Psikotes

Mulailah dengan mengidentifikasi kekuatan setiap anggota tim atau karyawan dengan beberapa pertanyaan sebagai berikut:

  • Apa yang membuat kita kesal? Ini bisa menjadi tanda dari suatu keterampilan yang datang dengan mudah bagi kita, sedemikian rupa mudahnya sehingga membuat kita menjadi frustrasi ketika orang lain tidak mampu melakukannya. Saya cukup senang untuk mencoba hal-hal yang berbeda tanpa kuatir gagal, misalnya, dan sering kesal dengan orang lain yang tidak mau mencoba hal baru yang menyenangkan. Namun, saya memiliki orientasi arah yang buruk hingga dalam tahap yang mungkin mengganggu orang lain yang secara intrinsik dapat mengetahui arah dengan tepat.
  • Pujian apa yang sering kita abaikan? Saat kita secara lahiriah pasti pandai dalam sesuatu, kita cenderung meremehkannya dan cenderung untuk merendah dan menganggapnya terlalu remeh serta memalukan untuk dibicarakan. Tapi seringkali hal itu berarti bagi orang lain, itulah sebabnya mereka berterima kasih kepada kita. Karena itu perhatikan momen-momen dimana orang-orang menunjukkan kekuatan yang kita remehkan dalam diri atau bakat terpendam tetapi sangat berharga bagi orang lain.
  • Apa yang kita pikirkan jika tidak ada hal mendesak yang perlu dipikirkan? Otak manusia adalah hal yang mengagumkan dan sangat elastis. Otak kita selalu bekerja setiap saat tanpa henti. Bahkan ketika kita sedang tidurpun, otak kita melakukan strukturisasi ingatan dan terkadang memberikan peringatan melalui mimpi. Merenungkan sesuatu adalah tanda bahwa itu penting bagi kita. Karena itu adalah tanda bahwa otak kita sedang membantu kita mengingatnya. Dan jika itu penting bagi kita maka kemungkinan besar karena kita cukup mahir dalam hal itu.

Dalam diskusi kelompok, saya juga sering bertanya alasan mengapa mereka mempekerjakan orang tertentu, apa minat bakat serta kemampuan orang tersebut. Karena keahlian mengetahui minat bakat tanpa tes ini sangat jarang tercantum dalam resume.

Ketika orang mengemukakan ide-ide untuk proyek baru yang dilaksanakan, kita dapat bertanya kepada mereka beberapa pertanyaan ini: Apakah pekerjaan ini nanti akan memerlukan minat bakat serta kemampuan super kamu? Apakah bila perusahaan mau mengerjakan proyek ini, maka hal ini akan memaksimalkan kekuatanmu?

Kita juga dapat mengajak setiap orang mengidentifikasi kekuatan mereka dan memastikan semua orang mengingatnya. Sebagi contoh, seorang VP dan direktur kreatif di CVS, meminta semua anggota timnya melakukan penilaian kepribadian, lalu mencatat lima kekuatan teratas mereka diatas meja masing-masing. Dia ingin orang menggunakan kekuatan mereka seperti lencana. Bukan untuk memberi tahu orang lain dan membanggakan mengapa mereka hebat. Tetapi untuk mengingatkan mereka untuk selalu menggunakannya.

Baca : Teknik Menjawab Pertanyaan Ketika Wawancara

Diana Newton, seorang wirausahawan wanita yang menjadi aktivis sosial, pernah berbagi kisah tentang pelatih bola basket kampusnya. Pelatih tersebut meminta timnya melempar bola dari berbagai tempat di lapangan. Dia akan mencatat persentase keberhasilan mereka dan kemudian meminta setiap orang dalam tim untuk mengingat persentase tersebut. Ini akan memungkinkan mereka untuk benar-benar bermain dalam sebuah kekuatan satu sama lain. Kitapun dapat melakukan hal serupa dengan tim kita sendiri.

Membangun tim yang dapat bekerja sesuai minat bakat dan kekuatan mereka selalu dimulai dengan analisis. Lakukan observasi secara obyektif terutama saat mereka dalam kondisi terbaiknya. Karena beberapa orang akan meremehkan apa yang mereka lakukan dengan baik. Setelah itu berikanlah nilai pada apa yang mereka lakukan dengan baik.

Memahami dan mengakui kekuatan setiap orang dalam tim bisa menjadi latihan team building atau membangun tim yang baik.

Dengan mengetahui minat dan bakat karyawan tanpa melalui tes ini, kita dapat mengukur ide-ide baru, produk-produk baru, dan proyek-proyek baru terhadap kekuatan superpower kolektif ini, dengan bertanya: Apakah kita sudah memakai kekuatan kita? Ketika karyawan merasa kuat, mereka akan bersedia menjelajahi wilayah baru, bermain ditempat yang tidak ada orang lain dan bukan sebagai peniru, serta mempertimbangkan ide-ide yang belum ada pasarnya.

Lagi Ramai Dibicarakan

Faktor Penting Meningkatkan Produktivitas Karyawan Yang Berprestasi

Beberapa karyawan memang lebih penting dari yang lain. Dalam artian produktivitas karyawan ini memiliki pengaruh meningkatkan bottom line atau keuntungan dan laba bersih secara langsung terlepas kita menyukai mereka secara pribadi atau tidak. Dan daftar peran mereka panjang - tenaga penjualan, pekerja toko ritel, staf gudang dan logistik, pekerja transportasi, dan karyawan pabrik. Mereka ini

Meningkatkan Produktivitas Saat WFH Di Era New Normal

Solusi mengatasi pandemi COVID-19 dengan menerapkan lockdown atau PSBB telah memaksa perusahaan merumahkan karyawan. Bagi sejumlah perusahaan yang tidak melakukan PHK maka work from home (WFH) dapat menjadi solusi untuk menyelamatkan produktivitas bisnis yang telah dibangun selama ini. Dari sisi biaya, WFH menyenangkan dan menguntungkan kedua belah pihak. Bagi karyawan yang tidak mengalami pengurangan gaji

Mengapa Manajemen Perubahan Tidak Membawa Hasil

Banyak perusahaan mencanangkan membuat rencana untuk perubahan sebagai bagian dari apa yang disebut manajemen perubahan atau change management. Pada kenyataannya bahwa perusahaan atau organisasi apapun akan mengalami kesulitan untuk berubah walaupun niat dari perencanaan adalah untuk melakukan perubahan. Status quo adalah hal yang paling sulit untuk dirubah. Banyak orang yang mengatakan bukan perencanaan yang membuat

Menilai Kesuksesan Wanita Sebagai Pemimpin

Apakah perempuan adalah pemimpin yang baik? Selama ini sedikit sekali perempuan yang menempati tempat nomor satu di sebuah kepemimpinan baik itu negara ataupun perusahaan. Saat COVID 19 ini melanda seluruh dunia maka semua kepala negara menghadapi masalah yang sama. COVID 19 adalah virus yang sangat cepat menular, belum bisa di prediksi dan banyak menimbulkan kematian

Kegunaan Data Bagi Pengembangan Bisnis

Data sangatlah penting bagi pengembangan bisnis. Sebagian besar perusahaan memulai penggunaan data dengan tujuan untuk memperbaiki pengambilan keputusan. Padahal sebenarnya banyak hal yang di dapat dengan mengumpulkan data dan menggunakan data dengan benar untuk pengembangan bisnis Anda. Selain itu, apa saja yang bisa dilakukan oleh penggunaan data untuk kemajuan perusahaan? Data Membantu Keputusan Bisnis Perusahaan

Growth Marketing
Digital Marketing
Sales Operasional
Pengembangan Bisnis