Bisnis UKM

Dampak Negatif Politik Uang Bagi Perkembangan Bisnis UKM

Gayatri Iswara | Asia/Jakarta 15 November 2019
Update: 24 August 2020 21:12:26 +07:00

Semuanya dimulai dengan sebuah pertanyaan yang sederhana "Mengapa harga paket data begitu mahal?" Namun untuk mendapatkan jawabannya bukanlah hal yang mudah, seorang Thomas Philippon memulai analisa empiris terperinci tentang bagaimana sebenarnya sebuah bisnis beroperasi dinegara negara yang menganut sistem demokrasi, pasar bebas dan kapitalis seperti Amerika, Uni Eropa maupun negara lain saat ini. Sistem seperti tersebut diatas seharusnya semakin mempermudah setiap orang dalam berkesempatan untuk berusaha dan maju secara ekonomi, dimana perusahaan dan bisnis UKM dapat tumbuh subur serta ikut menciptakan pertumbuhan ekonomi. Namun hasil penelitian data secara empiris tersebut berakhir bertolak belakang dengan apa yang didengung-dengung kebanyakan ahli ekonomi tentang bagaimana sebuah ekonomi pasar bebas itu beroperasi.

Selama dua dekade terakhir, kompetisi dan kebijakan persaingan yang sehat telah secara sistimatis terhentikan, dengan konsekuensi yang mengerikan, Philippon menulis dalam buku yang penting dan banyak diperdebatkan serta membuat malu banyak ahli ekonomi. Amerika tidak lagi menjadi tempat bagi ekonomi pasar bebas dan demokratisasi ekonomi dimana setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk maju (baca: menjadi kaya), persaingan yang sehat antara perusahaan raksasa dengan perusahaan UKM atau entitas bisnis, yang seringkali diberitakan sebagai penggerak ekonomi dan inovasi. Kenyataan yang terjadi, tidak lagi sengit dibandingkan dengan Eropa, pemerintah sebagai pembuat Undang-Undang juga tidak lebih lagi efektif dan perusahaan raksasa kelas atas yang baru juga beroperasi tidak jauh berbeda dari perusahaan perusahaan pada abad silam.

Philippon, seorang profesor di New York University, adalah salah satu dari daftar ahli ekonomi brilian asal Prancis yang sekarang mengajar di Amerika Serikat. Penulis lain termasuk juga pemenang Hadiah Nobel, yaitu Esther Duflo, di Massachusetts Institute of Technology, Olivier Blanchard, mantan kepala ekonom IMF, dan Emmanuel Saez dan Gabriel Zucman, keduanya sekarang di Berkeley.

Ketiga ahli ekonomi kelas dunia ini, terlepas mereka berbeda kebangsaan tetapi mereka semua tidak termakan oleh jargon-jargon bahwa pasar bebas dan kemakmuran yang dibawanya. Orang orang yang skeptis dan anti terhadap thesis Philippon, seringkali mencap dia sebagai anti kapitalis dan anti kemajuan. Namun Philippon menegaskan bahwa ia sangat percaya pada nilai kompetisi antar perusahaan. Memang, The Great Reversal berisi bab yang membahas hal itu. Selain itu, setiap langkah dalam argumennya didasarkan pada analisis data yang cermat bukan sentimen pribadi.

Kesimpulan yang didapat dari penelitian dan analisa data empirisnya atas penyebab berkurangnya kompetisi antar perusahaan, konsentrasi yang tinggi perusahaan raksasa dalam banyak industri, pemimpin perusahaan memimpin sekaligus banyak perusahaan serta keuntungan perusahaan yang terlalu tinggi yang pada akhirnya akan merugikan konsumen dan para pekerja yang selalu dimulai dari turunnya investasi karena tidak lagi diperlukan investasi besar untuk meraih laba bersih yang spektakuler, rendahnya produktifitas pekerja serta harga produk yang makin tinggi. Penyebab semua hal diatas bukanlah karena teknologi yang selama ini selalu disebut dalam jargon ekonomi sebagai penyebab akan tetapi pada masalah politik dimana pemerintah yang lemah dalam menerapkan undang undang anti monopoli dan dalam membuat peraturan yang meningkatkan hambatan untuk masuk dalam industri dengan menerapkan tarif minimal, yang ditopang oleh lobi hebat para pengusaha serta besarnya sumbangan mereka dalam kampanye politik praktis.

Semua hal ini didukung oleh bukti persuasif. Harga-harga internet broadband di Amerika Serikat, misalnya, kurang lebih dua kali lipat dari harga di negara-negara maju dengan tingkat ekonomi yang sebanding. Keuntungan per penumpang untuk maskapai penerbangan juga jauh lebih tinggi daripada negara maju lainnya.

Analisis ini menunjukkan, secara lebih luas, bahwa pangsa pasar menjadi lebih terkonsentrasi dan lebih persisten sehingga keuntungan meningkat." Selain itu, diberbagai jenis industri, semakin banyak konsentrasi industri semakin mengarah pada keuntungan yang lebih tinggi. Secara keseluruhan, efeknya besar: keuntungan sebelum pajak dalam produk domestik bruto Amerika Serikat hampir dua kali lipat sejak 1990-an.

Ada sejumlah alasan untuk peningkatan konsentrasi pasar. Di bidang manufaktur dasar, persaingan produk dari China berperan dengan mengurangi perusahaan domestik yang lebih lemah keluar dari pasar. Sedangkan untuk industri dan perusahaan yang lain, penjelasan tersebut tidak dapat diterima. Pada 1990-an, perusahaan bintang raksasa kelas atas, termasuk raksasa ritel Walmart, mendorong laju investasi dan pertumbuhan produktivitas keatas. Namun sebaliknya terjadi pada tahun 2000-an: peningkatan konsentrasi pasar justru mendorong laba perusahaan-perusahaan yang dalam satu grup naik padahal tingkat investasi dan produktivitas turun tajam.

Peningkatan secara signifikan konsentrasi industri yang bertujuan tidak baik ini tercapai dengan berkurangnya masuknya pemain bisnis baru dalam sebuah industri dan semakin banyaknya aktivitas merger yang bertujuan mengurangi pesaing dan mematikan pebisnis kecil. Dengan kata lain, ekonomi AS telah melihat penurunan yang signifikan dalam persaingan bebas dan telah mengalami kenaikan hingga telah dapat dikategorikan kedalam pasar monopoli dan oligopoli.

Banyak ahli yang memiliki alasan bahwa ekonomi semacam Uni Eropa tidaklah layak untuk diperbandingkan dengan kedigdayaan perekonomian Amerika Serikat karena ekonomi Uni Eropa adalah produk gagal dari kapitalis. Namun ketika seseorang membandingkan perubahan dalam produk domestik bruto riil per kapita maka yang terjadi adalah sebaliknya.

Dari tahun 1999 hingga 2017, PDB riil per kepala naik 21 persen di Amerika Serikat, 25 persen di Uni Eropa dan bahkan 19 persen di zona euro dan pertumbuhan ini tetap terjadi meskipun adanya kemunduran ekonomi dibeberapa negara zona euro yang diakibatkan oleh krisis keuangan yang ditangani dengan tidak tepat menggunakan ilmu pseudo ekonomi. Tingkat kesenjangan sosial dan distribusi pendapatan juga masih lebih baik di Uni Eropa bahkan peningkatan pendapatan terbagi secara lebih merata pada setiap lapisan masyarakat.

Singkatnya, perbandingan antara Uni Eropa dan Amerika Serikat dapat dibenarkan. Ini menunjukkan bahwa baik margin keuntungan maupun konsentrasi pasar tidaklah sebanyak di Uni Eropa seperti yang terjadi di Amerika Serikat. Persentasi besaran upah dan gaji dalam pendapatan total dalam perusahaan telah turun hampir 6 persentase di Amerika Serikat sejak tahun 2000, tetapi hal ini tidak sama sekali terjadi di zona euro. Hal ini membantah hipotesis untuk mebenarkan bahwa kemajuan teknologi adalah penyebab utama berkurangnya pendapatan dan gaji dari karyawan atau tenaga kerja. Karena teknologi dan perdagangan internasional memengaruhi secara sama antara Amerika dan Uni Eropa.

Namun demikian, persaingan dipasar produk telah menjadi jauh lebih efektif di Uni Eropa selama dua atau tiga dekade terakhir. Ini mencerminkan deregulasi peraturan telah disengaja untuk menjadikan pasar semakin homogen dan mengkerdilakn kebijakan persaingan yang lebih agresif dan independen.

Salah satu proposisi yang menarik adalah bahwa Uni Eropa telah membentuk lebih banyak regulator independen daripada yang akan dilakukan oleh masing-masing anggota atau bahkan Amerika. Ini adalah hasil yang sehat dari ketidakpercayaan timbal balik diantara negara anggota Uni Eropa. Masing-masing negara tidak ingin menjadi lemah akibat peraturan yang dibuat oleh sesama anggota. Ini khususnya sangat bermanfaat bagi negara-negara dengan regulator nasional yang lemah. Independensi dari Badan pembuat Undang Undang ini juga membuat keuntungan dari praktek lobi lobi politik ke pemerintah dan politisi menjadi kurang menguntungkan.

Perkembangan ini mencerminkan perbedaan dalam politik dari kedua zona ekonomi. Lobi politik para pengusaha, baik untuk deregulasi yang menghambat peraupan keuntungan maupun untuk regulasi yang menguntungkan, jauh lebih ganas di Amerika Serikat. Secara keseluruhan, bukti sangat mendukung gagasan bahwa lobi lobi politik pengusaha ini, yang pasti didominasi oleh perusahaan besar, berjalan dengan sangat baik dan menguntungkan. Karena bila tidak menguntungkan, mengapa para pengusaha tersebut mengeluarkan uang sebanyak itu?

Data tentang peranan uang dalam politik Amerika Serikat bahkan lebih dramatis dan mengakar. Anggota Dewan dan Kongres menghabiskan sekitar 30 jam seminggu untuk mengumpulkan uang untuk dana kampanye daripada menhabiskan waktunya untuk kepentingan rakyat yang memilihnya. Keputusan Mahkamah Agung tahun 2010 “Citizens United” menyatakan bahwa perusahaan adalah orang dan uang adalah alat kampanye. Itu sendiri telah membuktikan langkah besar dalam perjalanan mundur Amerika Serikat menuju menjadi plutokrasi (Pemerintah yang dibentuk oleh orang orang kaya) seperti yang banyak terjadi di negara negara berkembang dengan index kronisme yang tinggi.

Seperti yang dikatakan mantan anggota kongres Mick Mulvaney “Jika Anda seorang pelobi pengusaha yang tidak pernah memberi kami uang, saya tidak akan pernah berbicara dengan Anda. Jika Anda seorang pelobi pengusaha yang memberi kami uang, saya mungkin berbicara dengan Anda. "Seseorang memang bisa membeli anggota kongres terbaik asal memiliki uang"

Lobi pengusaha di Amerika Serikat adalah dua atau tiga kali lebih besar daripada di Uni Eropa bahkan kontribusi kampanye 50 kali lebih besar di Amerika daripada di Uni Eropa.

Pada bidang keuangan, temuan yang mengejutkan adalah bahwa biaya intermediasi atau biaya administrasi bank yaitu berapa banyak biaya sebuah bank dan broker untuk melakukan transaksi pada tabungan nasabah dan mentransfernya kepada nasabah lain. Biaya tersebut ternyata tetap pada angka sekitar dua persen selama satu abad. Semua komputer itu tidak membuat perbedaan dalam memproses data. Dan hal ini termasuk dalam kegiatan renternir dan bukan perbankan yang seharusnya bertugas menciptakan kekayaan bukan bertugas sebagai mesin sewa. Praktek praktek perbankan seperti ini haruslah dihapuskan.

Ada dua hal tentang Amerika yang akan sulit dimengerti oleh kebanyakan orang luar: Undang Undang Senjata dan Sistem Pelayanan kesehatannya. Amerika Serikat menghabiskan jauh lebih banyak uang untuk perawatan kesehatan namun masih saja memiliki tingkat pelayanan kesehatan yang jauh lebih buruk daripada negara berpenghasilan tinggi lainnya. Bagaimana ini bisa terjadi?

Jawabannya adalah bahwa sistem menciptakan rantai monopoli para renternir pada tingkat yang akut, mulai dari atas ke bawah: dokter, rumah sakit, perusahaan asuransi dan bisnis farmasi semuanya meraup keuntungan yang semakin meningkat dari sistem renternir ini.

Akhirnya, Philippon menjelaskan apa yang disebutnya "GAFAM" (Google, Amazon, Facebook, Apple dan Microsoft). Dia menunjukkan bahwa bobot ekonomi para raksasa teknologi ini tidak lebih besar daripada perusahaan raksasa tradisional di masa lalu. Tetapi hubungan antar perusahaan tersebut dengan ekonomi secara keseluruhan jauh lebih kecil. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa dampak monopoli dan oligopoli mereka terhadap pertumbuhan produktivitas juga relatif rendah.

Philippon juga menentang keyakinkan tanpa bukti dari para ahli ekonomi lainya bahwa posisi monopoli perusahaan raksasa bisnis ini adalah hasil seleksi alami dari skala ekonomi dan efek kekuatan distribusi mereka dan karena itu harus dilakukan. Dalam tatanan ekonomi pasar bebas yang meningkat, ini adalah tugas pemerintah untuk mencegah serta memaksa perusahaan-perusahaan raksasa dan dominan dari mengakuisisi perusahaan lain bahkan memaksa mereka untuk melakukan divestasi; membatasi kemampuan mereka untuk mengeksploitasi posisi dominan sebagai market leader dengan memaksakan interoperabilitas antara jaringan pebisnis lain dan pertukaran data serta memecah bisnis unit mereka menjadi lebih kecil.

Philippon juga mencatat munculnya monopsoni yaitu kekuatan monopoli yang mampu mendikte pembeli dan supplier di pasar tenaga kerja yaitu melalui kontrak terbatas, outsourcing, lisensi pekerjaan pada pihak luar dan pembatasan waktu masuk kerja hingga pembatasan kenaikan upah minimum serta memperlebar definisi tenaga kerja lepas berdasarkan jam kerja. Pemerintah sebagai regulator perlu fokus pada hambatan seperti itu bukan malah mendukung pelemahan daya tawar disektor tenaga kerja.

Seperti yang diketahui para ekonom klasik sejak Adam Smith, para pengusaha akan berusaha dengan segala cara untuk menghilangkan persaingan bebas dan dengan antusiasme yang tinggi untuk menghalangi semua peraturan dan perundang-undangan yang mendukung kompetisi. Hasilnya adalah kapitalisme renternir, yang tidak efisien dan tidak sah secara politik. Namun, kesulitannya adalah bahwa terlalu mudah bagi pengusaha untuk membeli perlindungan politik dan membuat peraturan yang sesuai dengan kehendak hatinya.

Apa yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah bila ingin menjadi tingkat kemakmuran dan distribusi pendapatan? Jawabannya adalah: mempermudah proses persaingan bagi industri kecil, penghapusan tarif minimal yang membuat kompetisi tidak tumbuh subur, regulator harus siap untuk menghukum berat ketika pengusaha melakukan prakter monopoli atau oligopoli, perlindungan transparansi, privasi, dan kepemilikan data oleh konsumen. Hambatan besar untuk bertindak di Amerika Serikat adalah peran uang yang meluas dalam politik pada tingkat yang hampir sama dengan negara berkembang. Hasilnya adalah kejahatan kembar dari oligopoli dan oligarki.

Lagi Ramai Dibicarakan

Mengetahui Minat Bakat Tanpa Tes Kepribadian Secara Akurat

Ada sebuah metode untuk mengetahui minat bakat dan kemampuan kerja karyawan tanpa memerlukan tes kepribadian atau psikotes. Hanya diperlukan observasi dan sedikit wawancara untuk mendapatkan hasil yang akurat dan dapat dipercaya. Suatu kali, ketika saya memberikan konsultasi pada perusahaan yang mengalami penurunan performa. Saya mengamati dalam kegiatan operasional perusahaan sehari-hari, cukup banyak jumlah karyawan sedang

Faktor Penting Meningkatkan Produktivitas Karyawan Yang Berprestasi

Beberapa karyawan memang lebih penting dari yang lain. Dalam artian produktivitas karyawan ini memiliki pengaruh meningkatkan bottom line atau keuntungan dan laba bersih secara langsung terlepas kita menyukai mereka secara pribadi atau tidak. Dan daftar peran mereka panjang - tenaga penjualan, pekerja toko ritel, staf gudang dan logistik, pekerja transportasi, dan karyawan pabrik. Mereka ini

Meningkatkan Produktivitas Saat WFH Di Era New Normal

Solusi mengatasi pandemi COVID-19 dengan menerapkan lockdown atau PSBB telah memaksa perusahaan merumahkan karyawan. Bagi sejumlah perusahaan yang tidak melakukan PHK maka work from home (WFH) dapat menjadi solusi untuk menyelamatkan produktivitas bisnis yang telah dibangun selama ini. Dari sisi biaya, WFH menyenangkan dan menguntungkan kedua belah pihak. Bagi karyawan yang tidak mengalami pengurangan gaji

Strategi Mengelola Bisnis Ditengah Pandemi Corona

Pandemi corona telah menyebabkan resesi dan krisis ekonomi diseluruh dunia. Dibutuhkan strategi bisnis yang jelas dan terukur untuk dapat lebih dari sekedar bertahan ditengah pandemi ini. Langkah-langkah kebijakan publik yang diberlakukan untuk mencegah penyebaran virus COVID-19 telah menghasilkan gangguan yang signifikan bagi operasional bisnis. PSBB yang diberlakukan telah menyebabkan distrupsi bisnis dalam skala raksasa. Keterbatasan

Mengapa Manajemen Perubahan Tidak Membawa Hasil

Banyak perusahaan mencanangkan membuat rencana untuk perubahan sebagai bagian dari apa yang disebut manajemen perubahan atau change management. Pada kenyataannya bahwa perusahaan atau organisasi apapun akan mengalami kesulitan untuk berubah walaupun niat dari perencanaan adalah untuk melakukan perubahan. Status quo adalah hal yang paling sulit untuk dirubah. Banyak orang yang mengatakan bukan perencanaan yang membuat

Growth Marketing
Digital Marketing
Sales Operasional
Pengembangan Bisnis