Sales Marketing

Borden Dairy Produsen Susu Raksasa dan Tertua Di Amerika Bangkrut

Dewi Adrian | Asia/Jakarta 12 December 2019
Update: 26 June 2020 13:11:27 +07:00

Borden Dairy Co, produsen susu raksasa dan salah satu yang tertua di Amerika Serikat, menyatakan bangkrut. Perusahaan juga mengajukan pailit seiring dengan ketidakmampuannya membayar utang dan pembayaran pensiun karyawan. Dengan demikian semua karyawan yang telah menunjukan loyalitasnya pada perusahaan terpaksa harus pensiun tanpa sepeser uangpun.

Perusahaan mengajukan pailit pada 12 November 2019 lalu. Perusahaan mengklaim merugi karena tren industri, kesalahan strategi bisnis serta penurunan konsumsi susu sejak 2015. Disebutkan bahwa 2.700 peternakan sapi perah gulung tikar dan berhenti memproduksi sejak 1992 silam. Di sisi lain, harga susu terus menanjak karena berkurangnya pemasok dan konsumsi yang turun.

"Terlepas dari banyak pencapaian kami selama 18 bulan terakhir, perusahaan terus dipengaruhi oleh kenaikan biaya susu mentah, dan tantangan pasar yang dihadapi," dalam keterangan pers CEO Borden Dairy Tony Sarsam.

Ia menuturkan bahwa perusahaan telah membahas berbagai rencana strategis untuk menyelamatkan perusahaaan dan bahkan juga melibatkan 3.300 karyawannya untuk beramai ramai membuat rencana strategis, termasuk dengan para kreditur atau pemberi pinjaman. Namun, pembahasan berlangsung alot dan tanpa hasil. Karena kegagalan tersebut maka perusahaan tetap melanjutkan permohonan untuk pailit, tanpa ada rencana bisnis jangka panjang yang jelas atau kekhawatiran terancam likuidasi. Yang pasti, ia ingin perusahaan segera mengurangi utang dan memposisikan diri untuk kesuksesan jangka panjang.

Perusahaan membukukan penjualan bersih US$1,2 miliar pada 2018. Namun, kerugiannya tercatat lebih besar, yakni sebesar US$14,6 juta. Pada periode Januari-7 Desember 2019, perusahaan melaporkan kerugian US$42,4 juta.

Perusahaan yang didirikan Gail Borden tersebut mengembangkan bisnis komersial susu pertama kali pada 1856. Kemudian, merger dengan produsen susu kental Union Army pada 1861. Pada 1930, Borden telah membeli lebih dari 200 perusahaan susu untuk melakukan merger agar persaingan pada industri ini berkurang sehingga dapat berkembang sampai perusahaan mengajukan pailit pada akhir tahun lalu.

Lagi Ramai Dibicarakan

Fashion Show Virtual dan Lelang Online Warnai NUFF

Terobosan kreatif melalui acara fashion show virtual dapat membantu industri fashion, termasuk UMKM karena dampak pandemi virus corona yang terjadi sejak beberapa bulan lalu. Untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional, pemerintah meresmikan gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia. Sejalan dengan gerakan nasional ini kementerian BUMN melalui Bank BRI menggelar program Nusantara Fashion Festival (NUFF) 2020, perhelatan mode

Cara Meraih Keuntungan Di Bisnis Properti Saat Pandemi

Era New Normal memberikan tantangan kepada para pelaku bisnis dan investor properti untuk tetap bertahan, kreatif dan jeli mengambil keuntungan untuk berinvestasi. Properti adalah salah satunya karena banyak nasabah yang mengalami gagal bayar atau perusahaan yang memerlukan cash flow tambahan. Untuk membantu para investor dan pelaku usaha menginvestasikan dananya untuk aset yang tepat, Bank BTN

Pepsi Putuskan Hentikan Operasi Bisnisnya Di Indonesia

Pepsi bakal hengkang dari Indonesia mulai 10 Oktober 2019. Mereka akan menghetikan semua produksi dan distribusi mulai 10 Oktober mendatang.  Hal itu disebabkan oleh putusnya kerja sama antara PT Anugerah Indofood Barokah Makmur (AIBM) dan PepsiCo Inc (PepsiCo). Bahkan beberapa produk Pepsi telah jarang ditemui dipasaran akibat lemahnya sistem distribusi dan marketing dari perusahaan tersebut

Forever 21 Resmi Bangkrut Tapi Janji Tidak Tutup Gerai Di Indonesia

Forever 21, perusahaan ritel yang asal Amerika Serikat itu akhirnya mengajukan pailit atau bangkrut, dan menutup sebanyak 178 gerai dari 800 lebih gerai yang dimilikinya. Dalam surat resminya, Forever 21 mengatakan kepada pelanggan bahwa keputusan menutup gerai berlangsung sembari menunggu hasil diskusi lanjutan dengan pemilik tanah. "Namun kami berharap sebagian besar gerai akan tetap beroperasi

Growth Marketing
Digital Marketing
Sales Operasional
Pengembangan Bisnis