Lebih Efektif Email Blast Marketing Atau Sosial Media

Sosial media telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari internet dan online marketing dalam 10 tahun belakangan. Masih relevankah email blast setelah ada sosial media marketing? Bila dilakukan secara tepat ROI dari email marketing mencapai 3800 persen.

Membagikan program promosi email blast pada teman kantor / Lyft Office

Mana yang lebih efektif untuk meningkatkan penjualan? Apakah melalui jasa email blast marketing atau sosial media? Artikel dibawah ini akan membahas keunggulan dari masing masing channel marketing tersebut.

Tiktok, Instagram, Facebook, Linkedin . Banyak sekali peningkatan jumlah sosial media yang dapat dipilih dan mendominasi dunia maya alias internet. Hal ini menyebabkan marketing melalui sosial media semakin meningkat juga. Sudah tentu ini keputasan yang logis karena begitu banyak konsumen dan calon pelanggan menghabiskan begitu banyak waktu disosial media.

Di Indonesia sendiri menurut laporan HootSuite, terdapat 150 juta pengguna sosial media aktif pada tahun 2019. Ini adalah salah satu mengapa email blast menjadi lebih penting dari sebelumnya dalam ekosistem sosia media. Bahkan setiap kali membeli ponsel, kita harus memiliki alamat email.

Apakah masuk akal untuk mengalokasikan semua sumber daya perusahaan dan marketing untuk hanya di sosial media? Tentu saja tidak. Kegiatan marketing harus dilakukan secara omni channel untuk mendapatkan traction bagi bisnis kita.

Jasa Email Blast Marketing

Email juga masih menjadi bagian yang sangat penting dari internet dimana. Tentu saja, kita perlu menggabungkan strategi email marketing dan strategi sosial media untuk memenuhi tujuan yang bisnis yang berbeda. Berikut beberapa tip dan saran tentang bagaimana dan mengapa harus menggabungkan strategi email marketing dengan strategi media sosial

Email Blast Masih Memberikan ROI Tertinggi

Penelitian, studi dan survei atas atas keunggulan biaya dari strategi marketing omni channel yang didukung oleh statistik masih membuktikan bahwa ROI atau keuntungan atas biaya per rupiah yang terbesar masih ada pada channel email marketing.

ROI dari email blast ini mencapai angka 3800 persen dan menjadikannya channel marketing paling cost effective untuk traction

Karena itu sangat masuk akal untuk memikirkan bagaimana caranya mengeluarkan sedikit biaya tambahan atau waktu mengirim email kepada pelanggan untuk meningkatkan Life Time Value mereka. Karena alasan memberikan ROI yang tinggi maka email blast harus berada pada daftar yang paling atas dari strategi omni channel marketing untuk traction yang baik bagi perusahaan dan penjualannya.

Pelanggan Tidak Mengganti Email Sesering Migrasi Sosial Media

Bagi generasi millenial pasti masih ingat MySpace atau Friendster. Hanya beberapa tahun yang lalu ketika MySpace atau Friendster adalah tujuan paling populer di internet (tentu saja selain Google) dan setiap millenial memiliki MySpace profil serta menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari dijejaring sosial media yang dominan tersebut.

Lalu tiba-tiba muncul Facebook dan menjadi sangat populer. Pada saat tulisan ini dibuat, tampaknya tidak terpikirkan sosial media apa yang akan mengambil alih posisi Facebook seperti Facebook menumbangkan MySpace dan Friendster.

Tetapi satu hal yang pasti pengguna pada akhirnya akan bermigrasi ke sosial media lain yang lebih populer

Namun, itu tidak berlaku untuk alamat email. Tentu, terkadang orang juga mengubah alamat email mereka. Perubahan lebih sering karena menambahkan alamat email sekunder dan lebih jarang menggunakan alamat email lama mereka. Atau menggunakannya untuk tujuan yang berbeda

Alasan mengapa Hotmail masih tetap menjadi layanan email berbasis web terbesar didunia ini karena mereka adalah email yang tertua, dan, meskipun mereka tidak memeriksanya setiap hari, kebanyakan orang masih memeriksa email yang lama secara berkala. Sampai Yahoo! pun walaupun sudah beberapa kali mengganti core business tetapi tetap mempertahankan bisnis email gratis.

Alamat email tidak permanen seperti alamat rumah tapi setelah memiliki alamat email pelanggan, kita telah memiliki cara yang cukup terjamin untuk menyampaikan pesan kepada pelanggan tersebut. Mengubah alamat email tidak praktis. Kita perlu memberi tahu semua orang yang kita pernah kirimi email secara teratur dan kehilangan riwayat email emosional.

Tidak seperti jejaring sosial, yang sejauh ini terbukti hanya bersifat sementara, alamat email adalah cara yang hampir pasti untuk dapat menjangkau sebagian besar pelanggan atau pengguna. Inilah yang membuat jasa email blast marketing adalah alat yang paling efektif untuk meningkatkan brand recognition dari produk kita.

Email Tidak Hilang Di Inbox

Setelah Anda mengirim email blast ke konsumen, pelanggan, atau pengguna, pesan itu tetap ada inbox email individu tersebut hingga individu membacanya atau secara aktif dan sadar memilih untuk menghapusnya.

Itu berarti bahwa meskipun pengguna belum membaca email tersebut, baris subjek email perusahaan kita masih ada di inbox untuk mengingatkan mereka tentang hubungannya dengan brand kita.

Pesan di jejaring sosial tidak permanen. Setelah kita memposting sebuah postingan entah video, foto atau stories. Maka kita akan bergantung sekali pada pengguna atau konsumen untuk masuk kesosial media dalam jangka waktu tertentu yang memungkinkan mereka melihat postingan sebelum post kita tertumpuk oleh postingan yang lain.

Tidak peduli berapa kali per hari bisnis kita melakukan update Facebook atau Twitter, kita mungkin tidak menyampaikan pesan pada sebagian besar konsumen yang diinginkan. Tetapi email begitu sampai ke konsumen, email tersebut akan mengingatkan mereka tentang kita.

Email Lebih Memiliki Target

Sifat dari sosial media adalah untuk melindungi privasi para penggunanya. Selain itu, orang tidak selalu memberikan informasi paling jujur ​​tentang diri mereka disosial media. Bahkan disosial media banyak sekali akun palsu dan spammer yang jumlahnya hampir sama dengan akun asli.

Penjualan paling efektif penjualan yang bertarget secara spesifik.

Namun, database email marketing berisi informasi yang memungkinkan kita untuk melakukan segmentasi dan menargetkan komunikasi berdasarkan fakta seperti riwayat pembelian, jenis kelamin, usia, dan bahkan lokasi geografis. Sosial media tidak memungkinkan kita untuk menargetkan pesan secara efektif seperti email blast.

Sosial Media Adalah Brand Engagement Bukan Alat Penjualan

Inti masalahnya adalah apapun peran sosial media dalam strategi marketing. Sebagian besar para marketer sepakat pada satu hal - sosial media adalah alat branding bukan alat penjualan langsung.

Alasan terbesar mengapa email blast terus memberikan laba atas investasi tertinggi dari semua channel marketing yang ada adalah karena perilaku pengguna disosial media tidak dapat diterjemahkan ke dalam penjualan langsung. Dengan kata lain tidak adanya sales funnel yang memadai yang disediakan oleh platform tersebut.

Baca : Peningkatan Penjualan Bergantung Persepsi Konsumen Terhadap Produk

Pada sosial media pengguna mengumpulkan informasi, mendiskusikan produk, membandingkan pengalaman serta harga. Mereka belum tentu membeli produk. Sosial media sangatlah penting untuk brand engagement. Namun, biasanya bukan saluran direct sales seperti email

Sinergi Email Marketing dan Sosial Media

Rencana strategi pemasaran yang baik adalah rencana pemasaran yang komprehensif dan omni channel untuk mendapat traction bagi bisnis kita terutama bila perusahaan startups.

Itu berarti bahwa sosial media kita dan platform jasa email blast marketing harus bekerja sama secara sinergis dan holistik. Harus ada kesempatan bagi pengguna untuk berbagi konten email melalui sosial media dan kesempatan bagi pengguna untuk bergabung dengan daftar email mailing list melalui jaringan sosial.

Menciptakan sebuah strategi tidak berarti bahwa strategi lain tidak perlu ada. Tetapi satu hal yang pasti bahwa keberadaan sosial media tentunya tidak menghilangkan kebutuhan akan program dan strategi pemasaran email blast yang kuat dan efektif

Terakhir diperbaharui: 5 September, 2020

Ditinjau oleh: Johan Diharja

Growth Marketing
Digital Marketing
Sales Operasional
Pengembangan Bisnis